(Jakarta, 15/10/2024) Kesadaran buat menyisihkan sebagian income, sih, sudah ada, tapi yang masih menjadi pertanyaan adalah, “Mending disimpan dalam bentuk uang atau emas, ya? Memangnya betul emas lebih baik ketimbang uang tunai?”
Adji Waluyo, Direktur PT Syariah Koin Indonesia, mengungkapkan, “Wajar saja pertanyaan seperti itu muncul dalam benak, terutama ketika kita ingin mengubah kebiasaan menabung dari uang ke emas. Karena itu, di samping preferensi pribadi masing-masing, kita juga perlu mengenal plus-minus di antara keduanya.”
Kalau Anda tengah berada di ‘persimpangan’ yang sama, yuk, petik beberapa insight yang Adji bagikan berikut ini.
Kemampuan melindungi nilai harta
Di tengah kemerosotan dan kesulitan-kesulitan ekonomi lainnya, secara umum emas mampu mempertahankan nilainya sehingga lebih bisa diandalkan ketimbang uang tunai. Ya, nilai uang tunai lebih rentan terpengaruh kondisi ekonomi dan mengalami penurunan. Karena itu, jika tujuan utama kita adalah melindungi nilai harta, apalagi selama masa-masa yang tak menentu, lebih baik menyimpannya dalam bentuk emas.
Jangka pendek vs jangka panjang
Uang tunai mungkin menjadi pilihan yang lebih baik jika kita ingin aset yang lebih mudah ditarik. Tinggal datang ke bank, tarik dari ATM, atau langsung melakukan pembayaran via kartu debit maupun QRIS. Jadi, memiliki uang tunai atau simpanan di bank berguna untuk keperluan yang sifatnya mendesak dan transaksi sehari-hari (jangka pendek). Namun untuk keperluan investasi jangka panjang, emas adalah pilihan yang lebih tepat mengingat nilainya naik dari masa ke masa.
Penerimaan universal
Dalam skala global, emas umumnya diterima di seluruh dunia. Emas dapat diperdagangkan melampaui sekat-sekat negara, pemerintahan, dan budaya. Uang tunai tidak seperti itu, ada batasan-batasan tertentu saat keluar dari negara asalnya, seperti kontrol pertukaran mata uang, ketersediaan mata uang, ditambah adanya biaya konversi ke mata uang lain.
Risiko-risiko
Menyimpan uang tunai di lembaga penyimpanan seperti bank memiliki risiko jika terjadi kasus kredit macet, misalnya, atau lebih jauh bank mengalami kebangkrutan, hingga penipuan online dengan beragam modus yang kian marak. Sementara, emas umumnya terhindar dari risiko tersebut, yang menjadikannya pilihan yang populer di kalangan investor. Berinvestasi emas digital bahkan menghindari risiko yang dialami emas fisik, seperti kecurian atau kehilangan, dan kita tidak dipusingkan oleh tempat penyimpanan.
Nah, rasanya terjawab sudah pertanyaan di atas. Sebagai simpanan, tabungan, atau untuk tujuan investasi, betul banget emas lebih baik daripada uang tunai.