(Jakarta, 10/10/2024) Emas disebut-sebut sebagai investasi yang aman (safe haven). Namun dalam perjalanannya, harga emas pun berfluktuasi alias naik-turun. Eits tenang, itu normalnya sifat investasi.
“Lika-liku berinvestasi tentunya ada saatnya naik, ada kalanya pula mengalami penurunan, begitu pula dengan emas,” tutur Cahya Yuriswadi, GM Bisnis dan Keuangan ShariaCoin. “Tapi kalau dilakukan dalam jangka panjang, akan dapat kita lihat nilai emas pada prinsipnya menanjak dari awal kita miliki.”
Biar tidak gampang panik menghadapi turbulensi dalam investasi emas, kenali penyebabnya, yuk, seperti diungkapkan Cahya, sembari menanti buahnya di masa mendatang.
1. Hukum ekonomi
Sebagai benda yang diperdagangkan, hukum penawaran dan permintaan juga berlaku pada emas. Permintaan yang lebih besar atas emas daripada penawarannya bakal bikin harga logam mulia yang satu ini naik. Sebaliknya, harganya akan turun ketika penawaran lebih besar ketimbang permintaannya.
2. Inflasi
Makin tinggi tingkat inflasi, makin mahal harga emas. Sebab, masyarakat jadi enggan menyimpan asetnya dalam bentuk uang, mengingat mudah kehilangan nilainya, untuk kemudian memilih berinvestasi emas yang harganya cenderung stabil dan lebih aman ketika inflasi. Karena semakin diminati, harga emas akan meningkat pula.
3. Nilai tukar dolar AS
Harga emas kita sangat dipengaruhi oleh pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Soalnya, harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional, yang dikonversi dari dolar AS ke dalam mata uang rupiah. Jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, harga emas lokal menguat (naik). Sebaliknya, bila nilai tukar rupiah menguat, harga emas lokal cenderung turun.
4. Kebijakan moneter The Fed
Sering kali naik-turunnya harga emas dikaitkan oleh kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral AS, yakni Federal Reserve System, atau biasa disebut The Fed. Kebijakan yang dimaksud adalah menaikkan atau menurunkan suku bunga. Kalau The Fed menurunkan suku bunga, emas berpotensi naik harganya. Sebab, dolar menjadi tidak menarik sebagai pilihan investasi sehingga investor cenderung menempatkan uangnya pada instrumen emas. Sebaliknya juga begitu.
5. Ketidakpastian situasi global
Gejolak politik, ekonomi, perang, dan resesi merupakan beberapa pemicu naik dan turunnya harga emas. Dalam kondisi ekonomi dan politik yang kacau balau, emas kerap dianggap sebagai penyelamat karena harganya biasanya akan melonjak. Situasi ini mendorong investor global berbondong-bondong berinvestasi pada aset yang aman (safe haven), salah satunya emas. Nah, karena peminatnya sedang banyak-banyaknya, harga emas pun melejit.
Kalau sudah tahu penyebab-penyebabnya, semoga kita tidak lagi gampang galau melihat fluktuasi emas, ya. Karena setidaknya, kita punya lebih banyak bekal buat menganalisanya.