Kini menjadi pencari uang satu-satunya, single mom menghadapi berbagai tantangan buat memenuhi nafkah keluarga. Peran menanggung kebutuhan sehari-hari, kesehatan, hingga pendidikan anggota keluarga bisa jadi merupakan hal baru, selepas sudah tidak lagi ditanggung oleh suami. Karena itu, menurut para pakar keuangan, dana darurat menjadi salah satu elemen terpenting di masa-masa awal menjalani peran sebagai seorang single mom.
Sepakat dengan hal tersebut, Cahya, GM Bisnis dan Keuangan Sharia Coin, menyatakan, “Dengan peran baru yang dijalani oleh single mom sebagai pencari nafkah, ditambah kita tentu tidak tahu apa yang bakal terjadi dengan anggota keluarga ke depan, sehingga dana darurat perlu betul-betul dikejar, betul-betul disiapkan.”
Seperti kita ketahui bersama, dana darurat merupakan sejumlah uang yang kita alokasikan secara khusus, dan baru dipakai jika berada dalam keadaan darurat. Misalnya ketika kita atau anak sakit, mengalami kecelakaan, atau bahkan kalau kita mesti berhenti dari pekerjaan karena satu dan lain hal.
Idealnya, pos dana darurat diisi minimal 10% dari pendapatan bulanan. Jika pendapatan kita Rp10 juta, berarti dana daruratnya Rp1 juta. Makin besar tentunya makin bagus, tapi mesti tetap memperhatikan keseimbangan dana di pos yang lain, ya.
Tempat-tempat buat menyimpan dana darurat
Selain menabung dana darurat di rekening yang memiliki kartu ATM agar mudah diakses saat dibutuhkan, sebagian dananya bisa kita masukkan ke investasi emas.
Kenapa emas? Setiap tahun nilai emas cenderung naik. Dan seperti dituturkan Cahya, berinvestasinya mudah serta praktis melalui aplikasi ShariaCoin. Mulai dari menabung emas, transfer emas, gadai emas, hingga mencetak emas ke dalam wujud emas fisik batangan agar lebih sulit ‘diutak-atik’ bisa dilakukan dari ponsel.
Tidak ketinggalan pastinya wajib memisahkan rekening tabungan untuk dana darurat dengan rekening kebutuhan lainnya. Kalau sampai dicampur biasanya kita ‘gatal’ buat menggunakannya karena melihat saldo lebih. Pakai sedikit, sedikit, eeeh…, keterusan.
Kapan saat yang tepat berinvestasi emas menggunakan dana darurat?
Mengingat potensi yang dimiliki oleh investasi emas, tidak ada salahnya menyimpan sebagian dana darurat dalam bentuk emas asalkan jumlahnya sudah mencukupi. Umumnya setelah dana darurat terkumpul minimal tiga kali dari pengeluaran per bulan, barulah kita dapat melirik investasi emas menggunakan dana darurat yang sudah dipecah-pecah.
Maksudnya begini, jika pengeluaran per bulan Rp8 juta berarti kita perlu mengumpulkan dana darurat sampai Rp24 juta, untuk untuk kemudian dipecah menjadi: kurang-lebih Rp8 juta dana di rekening dan Rp16 Juta dalam bentuk emas. Yang penting, ada dana tunai yang bisa dipergunakan, ya.
“Apalagi dengan adanya ShariaCoin,” sambung Cahya, “akan membantu para single mom untuk lebih mudah mencapai goal tersebut. Sebab, kegiatan menabung di ShariaCoin adalah menabung emas, jadinya seiring mengejar dana darurat sampai sejumlah tiga kali pengeluaran bulanan, pada dasarnya kita sudah berinvestasi emas. Asyik, kan?”