Demi Secuil Emas Saat Harga Miring

Demi Secuil Emas Saat Harga Miring

Jakarta (7/4/2025). Sudah tiga hari ini Mas Broto memelototi layar ponselnya lebih intens dari memelototi status mantan yang sudah gandeng gebetan baru. Bukan karena ada berita penting atau notifikasi dari grup arisan ibu-ibu kompleks, melainkan karena grafik harga emas yang menunjukkan tren menurun tajam. Matanya berbinar-binar, bak melihat diskon 90% di toko elektronik.

"Nah, ini dia saatnya!" gumam Mas Broto, semangatnya menggebu-gebu melebihi tukang parkir yang dapat tip gede. Rencananya sudah matang. Begitu jam kantor usai, dia akan langsung meluncur ke toko emas langganannya di Pasar Mayestik. Pecahan 5 gram adalah incaran utamanya. Lumayan, buat investasi jangka panjang katanya, padahal dalam hati sudah terbayang-bayang bisa buat nambah modal usaha martabak telurnya.

Begitu jam menunjukkan pukul lima sore tepat, Mas Broto sudah tancap gas dengan motor bututnya. Helm bututnya bahkan terasa lebih ringan karena diisi angan-angan kilauan emas. Sampai di depan toko emas yang dimaksud, Mas Broto mengerem mendadak. Alih-alih melihat etalase berkilauan, yang terpampang justru rolling door berwarna abu-abu rapat.

"Lho? Kok tutup?" Mas Broto menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dilihatnya jam di ponsel, belum terlalu malam. Biasanya toko ini buka sampai maghrib. "Mungkin lagi ada kondangan pemiliknya," pikirnya mencoba positif.

Dengan sedikit kecewa, Mas Broto memutuskan untuk mencoba toko emas lain di dekat situ. Nasib serupa kembali menghampirinya. Dua toko emas yang didatanginya kompak tutup. Jangan-jangan hari ini hari libur nasional yang dia lewatkan? Tapi setahunya, tidak ada tanggal merah di kalender.

Akhirnya, dengan napas sedikit menghela, Mas Broto mencoba satu toko emas besar yang biasanya buka lebih lama. Dari kejauhan, dia melihat lampu toko masih menyala. "Nah, ini dia!" serunya dalam hati, kembali bersemangat.

Namun, begitu masuk dan menyampaikan niatnya membeli emas pecahan 5 gram, mbak-mbak penjaga toko yang ramah menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis. "Maaf, Mas. Untuk pecahan 5 gram sedang kosong. Adanya 10 gram ke atas atau pecahan kecil 1 gram."

"Waduh," Mas Broto lemas. Beli 10 gram terasa terlalu besar untuk permulaan, dan kalau beli pecahan kecil banyak, kok rasanya kurang 'greget'. Impiannya memegang batangan emas 5 gram di tangan pupus sudah.

Sambil berjalan gontai keluar toko, tiba-tiba Mas Broto teringat iklan yang sering muncul di media sosialnya: ShariaCoin. Emas digital yang katanya aman, sesuai syariah, bisa dicetak jadi emas fisik saat hari kerja, dan dijamin 100% oleh emas fisik yang tersimpan aman.

"Hmm, kenapa nggak coba ini aja ya?" pikir Mas Broto. Dia langsung merogoh ponselnya dan mencari aplikasi ShariaCoin. Dengan beberapa kali klik, dia berhasil membeli sejumlah gram emas digital sesuai dengan budgetnya.

Sambil rebahan di sofa, Mas Broto tersenyum sendiri. "Ternyata, mengejar harga emas turun itu penuh drama. Tapi untung ada ShariaCoin. Lain kali, nggak perlu lagi deh keliling-keliling pasar, tinggal klik dari rumah. Tinggal tunggu hari kerja buat dicetak jadi wujud fisiknya."

Keesokan harinya, di kantor, Mas Broto dengan semangat menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya. "Tahu nggak, kemarin aku gagal beli emas fisik gara-gara toko tutup dan pecahan nggak ada. Tapi untung ada ShariaCoin! Aman, mudah, dan bisa dicetak kapan aja pas jam kerja!"

Salah satu temannya nyeletuk, "Wah, Broto sudah main emas digital sekarang! Kapan nih traktirannya kalau harga emasnya makin naik?"

Mas Broto tertawa. "Tenang aja! Kalau cuan, martabak telur spesial buat kalian!"

Sejak saat itu, Mas Broto jadi lebih tenang dalam berinvestasi emas. Tidak perlu lagi khawatir toko tutup atau pecahan yang diinginkan tidak ada. ShariaCoin menjadi solusi cerdasnya untuk berinvestasi emas di era digital ini. Meskipun, sesekali, dia masih suka membayangkan sensasi memegang langsung batangan emas di tangannya. Tapi setidaknya, sekarang dia tahu, emas impiannya itu aman tersimpan dalam bentuk digital, dan siap dicetak kapan saja dia mau. Kecuali kalau dia lagi malas keluar rumah, sih. Itu urusan lain lagi.


Diawasi, Terdaftar, dan Tersertifikasi

BAPPEBTI - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Terdaftar BAPPEBTI
ICDX - Indonesia Commodity and Derivatives Exchange Member ICDX
ISO 27001:2022 Certified ISO 27001:2022
Terdaftar PSE Kominfo Terdaftar PSE
Butuh bantuan?