Jakarta 13/9/2025.Suatu sore, Pak Darto membuka aplikasi ShariaCoin. Matanya langsung melotot.
“Lhooo… kemarin saldo emas saya Rp26 juta, kok sekarang tinggal Rp25 juta?!! Jangan-jangan emasnya dicuri hacker?! 😱”
Dengan wajah panik, ia langsung nelpon tetangganya, Ustadz Baha, yang dikenal jago investasi.
“Ustadz, tolong! Saldo emas saya berkurang!”
Ustadz Baha nyengir, “Lho, berkurang apanya? Coba lihat dulu, gram emasnya berkurang nggak?”
Pak Darto cek, “Masih 13 gram.”
“Ya sudah. Berarti emasnya aman. Yang berubah itu cuma harga buyback-nya.”
Pak Darto masih bingung. “Maksudnya gimana, Ustadz?”
Ustadz Baha lalu kasih contoh, “Bayangin aja gini, To. Kamu punya 13 ekor kambing. Tetap 13 ekor.
Kalau harga kambing lagi Rp2 juta, totalnya Rp26 juta. Kalau harganya turun jadi Rp1,9 juta, nilainya jadi Rp24,7 juta. Tapi kambingnya nggak berubah kan? Nggak tiba-tiba ilang jadi 10 ekor?”
Pak Darto manggut-manggut, “Oalah… iya juga ya.”
Belum puas, Ustadz Baha tambah contoh lagi, “Kayak daging sapi di pasar. Kamu punya 13 kilo daging di freezer. Tetap 13 kilo. Tapi kalau harga di pasar turun, ya nilainya ikut turun. Dagingnya tetap ada, nggak berubah jadi corned beef kalengan.”
Pak Darto ngakak. “Hahaha iya juga. Jadi rupiah di aplikasi itu bukan nilai pasti, tapi nilai kalau saya jual emas sekarang ya?”
“Betul!” kata Ustadz Baha. “Itulah namanya harga buyback. Emasmu tetap aman, gramnya nggak berubah. Kalau harga emas naik, nilai rupiah pun ikut naik. Jadi jangan panik.”
Sejak hari itu, setiap kali lihat saldo emasnya goyang-goyang, Pak Darto nggak panik lagi. Malah ia suka bercanda ke istrinya, “Bu, kambing kita di kandang masih utuh kok. Cuma harga pasar kambingnya lagi diskooonn!”
😄 Pesan moral cerpen:
Di tabungan emas, yang jadi patokan adalah gram emas. Nilai rupiah yang terlihat di aplikasi = harga buyback × gram emas. Jadi jangan panik kalau rupiahnya “turun”, karena emasmu tetap utuh, aman, dan siap naik lagi saat harga emas meroket.