Jakarta (2/4/25). Lebaran tahun ini, Arkan dan gengnya—Bima, Tio, dan Raka—punya misi suci: mengumpulkan THR sebanyak-banyaknya. Dengan strategi yang sudah disusun sejak malam takbiran, mereka menargetkan rumah-rumah para saudara yang dikenal murah hati.
"Oke, geng, target utama: rumah Om Johan, spesialis pecahan seratus ribu!" ujar Arkan dengan semangat.
Mereka pun beraksi. Setiap pintu rumah yang diketuk, senyum termanis disiapkan. Tio yang terkenal paling polos kebagian tugas berkata, "Assalamu’alaikum, Om, Tante! Maaf lahir batin, THR-nya mana?" Tanpa basa-basi, efektif dan efisien.
Dalam waktu tiga jam, kantong celana sudah menggelembung penuh amplop. Arkan dengan bangga menghitung hasil rampasan halal mereka. "Geng, kita berhasil mengumpulkan satu juta lebih!"
Namun, saat pulang ke rumah, Ibu Arkan sudah menunggu dengan tatapan penuh arti. "THR sebanyak itu mau diapain? Jangan langsung dihabiskan buat beli mainan ya. Nabung, Nak."
Arkan dan gengnya berpikir keras. Mereka ingat bapaknya Arkan pernah bilang soal investasi emas digital. “Kalau disimpen di dompet, bisa hilang. Tapi kalau diinvestasikan, malah bisa bertambah.”
Tapi bagaimana cara beli emas kalau uangnya dalam bentuk cash dari amplop? Bima yang sok pintar mengusulkan, "Kita scan QRIS aja, gampang."
"Tapi kita nggak punya rekening bank," protes Tio.
"Kan ada dompet digital!" jawab Raka sambil mengeluarkan HP-nya.
Mereka pun pergi ke minimarket terdekat yang melayani top-up dompet digital. Satu per satu, mereka memasukkan uang dari amplop ke saldo digital mereka. Dengan bangga, Arkan membuka aplikasi ShariaCoin dan menekan tombol "Beli Emas via QRIS".
Dua detik kemudian, layar HP menampilkan "Transaksi Berhasil. Anda telah membeli 0,1 gram emas."
Arkan dan gengnya bersorak gembira. "Dari hasil gerilya Lebaran, kita jadi investor emas!" seru Tio.
Namun, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Ibu Arkan datang membawa daftar belanja. "Anak-anak, kalian kan udah kaya raya sekarang. Bisa dong patungan buat beli sirup dan kue tambahan buat tamu."
Mereka saling berpandangan. Arkan menelan ludah. "Bu, kita sih mau… Tapi uangnya udah berubah jadi emas digital… nggak bisa dituker jadi sirup."
Ibu hanya tersenyum penuh arti. "Untungnya, di ShariaCoin bisa langsung buat transaksi QRIS pakai saldo emas. Tinggal klik simbol Scan, bayar, dan saldo emas akan terpotong. Yuk, coba sekarang."
Dengan berat hati, Arkan membuka aplikasi dan membayar sirup dengan saldo emasnya. Dari investor emas, mereka tiba-tiba berubah jadi donatur sirup dan kue kering dadakan.
"Nabung emas itu penting," gumam Arkan, "Tapi ternyata, penting juga sisain buat beli sirup!"
Setelah kejadian itu, mereka belajar bahwa menabung emas di aplikasi ShariaCoin bukan hanya untuk beli sirup, tapi juga untuk biaya pendidikan kelak. Dengan semangat baru, mereka berjanji untuk terus menyisihkan THR tahun depan agar investasi mereka semakin bertambah.
Tak lupa, Arkan teringat akan dalil dalam Al-Qur'an:
وَبِالْوٰلِدَيْنِ إِحْسٰنًا
"Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua." (QS. Al-Baqarah: 83)
"Wah, geng! Nabung emas itu bagus, tapi membantu orang tua juga wajib! Mulai sekarang, kita sisihkan sedikit hasil investasi buat mereka juga!" ujar Arkan penuh semangat.
Mereka pun tersenyum, merasa bangga karena tidak hanya menjadi investor muda, tapi juga anak yang berbakti kepada orang tua.