“Kok harga emas di aplikasi ini lebih murah?”
Pertanyaan yang sangat wajar.
Bahkan kami pun sering melihatnya.
Ada platform yang harga belinya lebih rendah. Ada yang spread-nya lebih kecil. Ada yang kelihatannya lebih murah beberapa ribu rupiah per gram.
Lalu muncul pertanyaan:
“Kalau begitu, kenapa saya harus pilih EmasDigital.ID?”
Nah.
Pertanyaan ini justru menarik.
Karena membeli emas bukan seperti membeli mi instan di minimarket.
Kalau mi instan merek A Rp3.000 dan merek B Rp3.500, ya sudah. Ambil yang Rp3.000. 😄
Tapi emas?
Ada harga beli, harga jual kembali, spread, biaya, benchmark, kustodi, underlying, dan ketika ingin menjadi emas fisik.
Jadi, sebelum buru-buru mengatakan:
“Yang paling murah pasti paling bagus.”
Mari kita lihat dulu...
Harga emas dunia bukan berarti harga emas di tangan Anda
Setiap hari kita bisa melihat berita:
“Harga emas dunia naik!”
“Gold tembus level tertinggi baru!”
Lalu kita buka aplikasi emas.
“Lho, kok angkanya beda?”
Tenang.
Emasnya tidak salah alamat. 😄
Harga emas dunia merupakan harga acuan komoditas emas di pasar global dan umumnya dinyatakan dalam USD per troy ounce.
Sementara ketika kita berbicara tentang emas fisik yang diperdagangkan di Indonesia, ada berbagai faktor lain yang ikut membentuk harga.
- Nilai tukar USD/IDR
- Biaya produksi
- Biaya pencetakan
- Distribusi dan logistik
- Sertifikasi
- Ketersediaan barang
- Supply dan demand
- Biaya serta margin perdagangan
Karena itu:
Harga emas dunia ≠ otomatis harga emas fisik yang bisa Anda beli di Indonesia.
Ini penting.
Karena pengguna EmasDigital.ID pada akhirnya bukan membeli grafik harga emas dunia.
Anda membeli kepemilikan emas.
Lalu kenapa EmasDigital.ID menggunakan benchmark emas fisik?
Karena kami ingin harga emas digital mempunyai hubungan yang jelas dengan harga emas fisik di Indonesia.
Sederhananya:
Emas dunia
↓
salah satu referensi pasar
Emas fisik Indonesia
↓
referensi yang lebih dekat dengan emas yang benar-benar dapat dimiliki atau dicetak di pasar lokal
Bayangkan Anda punya voucher untuk membeli beras.
Harga beras dunia boleh saja RpX.
Tapi ketika Anda datang ke toko di Jakarta, harga beras yang benar-benar tersedia di rak adalah harga yang berlaku di toko tersebut.
Masa Anda bilang:
“Pak, saya mau bayar pakai harga beras dunia.”
😄
Begitu pula emas.
“Tapi kompetitor saya lebih murah!”
Bisa jadi.
Kami tidak akan mengatakan sebaliknya.
Bahkan kami justru menyarankan:
Silakan bandingkan.
- Bandingkan harga beli.
- Bandingkan harga jual kembali.
- Bandingkan spread.
- Bandingkan biaya.
- Bandingkan benchmark.
- Bandingkan mekanisme kustodi.
- Bandingkan opsi mencetak emas fisik.
Dan yang paling penting:
Bandingkan semuanya pada waktu yang sama.
Karena harga emas bergerak.
Selisih harga Rp10.000 pagi ini belum tentu menjadi Rp10.000 sore nanti.
Jangan sampai membandingkan harga A jam 09.00 dengan harga B jam 16.00 lalu menyimpulkan:
“Wah, yang ini jauh lebih murah!”
Itu bukan perbandingan.
Itu namanya membandingkan apel dengan durian sambil berharap keduanya punya rasa yang sama. 😂
Spread kecil memang menarik. Tapi jangan berhenti di spread.
Kita jujur saja.
Spread kecil itu menarik.
Tetapi spread bukan satu-satunya angka yang perlu dilihat.
Ketika membandingkan dua platform, jangan hanya melihat harga beli.
Tanyakan juga:
- Saat dijual kembali berapa?
- Ada biaya apa saja?
- Bagaimana biaya kustodinya?
- Bagaimana mekanisme emas fisiknya?
- Kalau ingin minting, berapa biayanya?
- Benchmark harga yang digunakan apa?
- Bagaimana mekanisme underlying emasnya?
Barulah kita bisa memahami total economics dari transaksi tersebut.
Harga beli adalah satu angka. Nilai transaksi adalah keseluruhan cerita.
EmasDigital.ID tidak ingin memenangkan perlombaan “paling murah”
Ini mungkin terdengar aneh.
Tetapi kami tidak ingin membangun EmasDigital.ID hanya dengan satu slogan:
“Kami paling murah!”
Karena kalau perlombaannya seperti itu, akan selalu ada kemungkinan besok ada yang berkata:
“Kami lebih murah Rp1.000.”
“Kami lebih murah Rp500.”
“Kami lebih murah Rp100.”
😂
Dan pengguna sibuk mengejar selisih harga kecil.
Sementara pertanyaan yang jauh lebih penting justru terlupakan:
“Emas saya sebenarnya bagaimana?”
Kami memilih jalan yang sedikit berbeda
EmasDigital.ID memilih pendekatan yang sederhana:
Harga emas digital EmasDigital.ID dibenchmark terhadap harga emas fisik, bukan semata-mata mengikuti angka emas dunia.
Kenapa?
Karena kami ingin ada hubungan yang masuk akal antara:
Emas Digital
↓
Harga Emas Fisik
↓
Opsi Menjadi Emas Fisik
Bagi kami, emas digital bukan sekadar angka yang muncul di layar.
Ada aset yang menjadi dasar dari kepemilikan tersebut.
Dan karena itu, cara menentukan harga juga perlu mempunyai referensi yang jelas.
Jadi, apakah EmasDigital.ID selalu paling murah?
Tidak.
Dan kami tidak akan menjanjikan itu.
Karena kami lebih memilih mengatakan sesuatu yang bisa dipertanggungjawabkan daripada sekadar mengatakan:
“Pasti paling murah!”
Kalau tujuan Anda hanya mencari angka beli paling rendah pada satu waktu tertentu, silakan bandingkan.
Tidak ada yang kami sembunyikan.
Tetapi kalau Anda membeli emas untuk membangun kepemilikan emas secara bertahap, maka ada lebih banyak hal yang layak diperhatikan daripada sekadar angka paling kecil di layar.
Murah itu bagus. Tapi murah harus punya konteks.
Rp2.500.000/gram memang terlihat lebih murah daripada Rp2.550.000/gram.
Tapi pertanyaan berikutnya:
- Buyback-nya berapa?
- Spread-nya berapa?
- Biaya lainnya berapa?
- Benchmark-nya apa?
- Underlying-nya bagaimana?
- Kalau ingin fisik, bagaimana?
Karena angka harga tanpa konteks bisa membuat kita mengambil kesimpulan terlalu cepat.
Seperti melihat harga rumah:
“Wah, rumah ini murah!”
Setelah dilihat:
- Belum termasuk pajak.
- Belum termasuk renovasi.
- Belum termasuk biaya notaris.
- Lokasinya 40 km dari mana-mana.
😂
Murah?
Mari hitung dulu totalnya.
EmasDigital.ID memilih transparan
Kami tahu pengguna sekarang semakin pintar.
Mereka membuka beberapa aplikasi.
Membandingkan harga.
Screenshot.
Hitung spread.
Cek buyback.
Bahkan kadang membuka tiga aplikasi sekaligus. 😄
Aplikasi A di HP.
Aplikasi B di laptop.
Aplikasi C di tablet.
Dan kami justru senang.
Karena pengguna yang kritis membuat industri emas digital menjadi semakin sehat.
Kami hanya ingin menambahkan satu pertanyaan dalam proses perbandingan Anda:
“Harga ini benchmark-nya apa?”
Karena angka yang terlihat murah akan jauh lebih bermakna kalau kita tahu dari mana angka tersebut berasal.
Jadi, kenapa tetap EmasDigital.ID?
Bukan karena kami mengklaim paling murah.
Bukan juga karena kami ingin mengatakan platform lain mahal.
Tetapi karena kami menawarkan pendekatan yang kami pilih sendiri:
Benchmark yang dekat dengan emas fisik
Harga emas digital EmasDigital.ID menggunakan harga emas fisik sebagai benchmark.
Ekosistem emas yang terhubung
Mulai dari tabungan emas, jual beli, cicil emas, hingga opsi pencetakan emas fisik sesuai ketentuan yang berlaku.
Transparansi
Kami ingin pengguna memahami apa yang mereka beli dan bagaimana harga tersebut dibentuk.
Bukan sekadar mengejar angka termurah
Karena tujuan memiliki emas bukan memenangkan lomba mencari harga termurah setiap pagi. Tujuannya adalah memiliki emas.
Pada akhirnya, kami tidak meminta Anda percaya begitu saja.
Cek sendiri.
Bandingkan sendiri.
Hitung sendiri.
Tanyakan sendiri.
Karena keputusan memiliki emas memang seharusnya dibuat dengan informasi yang cukup.
Dan kalau setelah dibandingkan Anda menemukan platform lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda?
Silakan.
Kami tidak takut dengan perbandingan.
Platform yang baik tidak perlu takut ketika penggunanya membandingkan.
Yang penting, bandingkan apel dengan apel.
Bukan harga emas dunia dengan harga emas fisik.
Bukan harga beli dengan harga jual kembali.
Dan bukan harga hari ini dengan harga kemarin.
Yang Anda beli bukan angka di layar.
Anda membeli emas.
EmasDigital.ID
Nabung emas digital, benchmark-nya tetap emas fisik.