Jakarta (3/4/25). Pagi itu, Pak Budi, seorang pensiunan yang gemar berinvestasi, duduk santai di teras rumahnya sambil menyesap kopi. Matanya terpaku pada layar ponsel, menampilkan grafik harga emas ShariaCoin. "Wah, gila! Naik lagi!" serunya girang, "Kemarin 1.701.000, sekarang sudah 1.706.600, naik 0,33% pula! Ini sih namanya emas joget!"
Istrinya, Bu Tuti, yang sedang menyiram tanaman, menoleh dengan tatapan curiga. "Joget gimana, Pak? Emas kok joget?"
"Ya, joget naik turun, Bu. Kadang bikin senyum-senyum sendiri, kadang bikin jantung copot," jawab Pak Budi sambil terkekeh. "Lihat nih, seminggu lalu naik 3,29%, sebulan lalu 8,89%, setahun lalu... wow, 30,21%! Kalau saya beli emas ShariaCoin setahun lalu, sekarang sudah bisa beli motor baru!"
Bu Tuti menggeleng-gelengkan kepala. "Bapak ini ada-ada saja. Motor baru? Kita kan sudah punya motor. Lagian, itu kan baru 'kalau'. Kalau harganya turun, bagaimana?"
"Ah, Ibu ini pesimis sekali. Lihat nih, aplikasi ShariaCoin dan Gadai Syariah Indonesia di PlayStore dan App Store. Semua orang juga bilang emas itu investasi aman," kata Pak Budi sambil menunjukkan layar ponselnya. "Lagipula, emas ini kan syariah, jadi insya Allah berkah."
Tiba-tiba, ponsel Pak Budi berdering. "Halo, Pak Budi? Ini dari ShariaCoin. Kami mau menawarkan promo khusus, beli emas hari ini, gratis satu keping emas mini!"
Mata Pak Budi berbinar. "Wah, serius? Gratis emas mini? Oke, saya beli sekarang juga!"
Setelah menutup telepon, Pak Budi melompat kegirangan. "Bu, kita dapat emas mini gratis! Asyik!"
Bu Tuti hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum. "Ya sudah, Pak. Tapi ingat, jangan sampai lupa makan karena terlalu sibuk mantengin harga emas ya."
Pak Budi tertawa. "Siap, Bu! Tapi kalau harga emasnya naik terus, siapa tahu kita bisa beli rumah baru, kan?"
Bu Tuti tertawa kecil. "Aamiin. Tapi ingat, Pak, rezeki itu bukan cuma dari emas. Kesehatan dan kebahagiaan kita juga rezeki yang tak ternilai."
Pak Budi mengangguk setuju. "Betul, Bu. Tapi kalau emasnya naik, kan bisa nambah rezeki buat kita berbagi dengan sesama."
Mereka berdua pun tertawa, membayangkan masa depan cerah dengan emas ShariaCoin yang terus berayun naik. Tapi satu hal yang pasti, kebahagiaan mereka tidak hanya diukur dari harga emas, tetapi dari cinta dan kebersamaan mereka.