(Jakarta, 25/11/2024) Meski pada dasarnya emas dinilai paling aman sebagai pelindung nilai aset kita, dan terbukti secara historis memberi keuntungan., ada rambu-rambu yang mesti diperhatikan agar investasi emas kita sanggup menghasilkan cuan maksimal.
“Contohnya dalam hal jangka waktu simpan emas, sumber dana untuk membelinya, pilihan antara emas batangan atau perhiasan, dan sebagainya,” terang Cahya Yuriswadi, GM Bisnis dan Keuangan ShariaCoin. Simak lebih dalam, yuk.
Berutang demi beli emas
Membeli emas dengan berutang umumnya ada beban/biaya bunga. Selain riba, bunga dari pinjaman tersebut malah bisa mengikis potensi keuntungan emas. Jadi, beli emas sesuai kemampuan kita. Tak mengapa memulai dari jumlah kecil, karena bisa disiasati dengan melakukannya secara berkala.
Picky terhadap waktu untuk membeli emas
Perlu diingat bahwa tidak ada waktu khusus dalam berinvestasi emas. Meski harganya mengalami naik-turun (fluktuasi) dalam jangka pendek, harga emas dalam jangka panjang terbukti naik terus. Jikalau kita pilih-pilih waktu, menunggu harga terus turun, dikhawatirkan malah tidak jadi-jadi berinvestasi emas.
Bahkan, selama tenggat waktu kita menunda-nunda, harga emas bisa jadi sudah lebih tinggi dibanding sebelumnya. Rugi, dong!
Mencari keuntungan jangka pendek macam spekulan
Emas merupakan bentuk investasi yang ideal untuk jangka panjang, umumnya antara 3 sampai 5 tahun atau lebih. Seperti telah disinggung di atas, harga emas dapat berfluktuasi dalam jangka pendek, ditambah ada nilai spread (selisih harga jual dengan harga beli, karena pedagang emas pastinya butuh keuntungan), sehingga niat mencari keuntungan jangka pendek justru berisiko jadi bumerang, alias menghasilkan kerugian.
Memilih emas perhiasan sah-sah saja, tapi….
Kalau ingin potensi cuan maksimal, emas dalam bentuk batangan (logam mulia) adalah pilihan terbaik untuk investasi, mengingat biaya produksinya lebih murah. Emas batangan juga lebih likuid, karena tidak ada faktor selera pembeli maupun tren model yang tengah digemari.
Yang penting dapat murah
Bukannya dilarang memperoleh emas dengan harga terbaik, namun jangan lupa kita wajib memastikan keaslian emas dengan membelinya dari penjual yang terpercaya, misalnya terdapat tanda bukti keaslian sertifikatnya. Kalau lebih memilih emas digital, yang popularitasnya kian menanjak, pastikan institusi/perusahaannya berizin serta diawasi oleh otoritas terkait seperti Bappebti dan OJK.
Nah, dengan menghindari hal-hal tersebut semoga investasi emas kita memberikan cuan yang maksimal!