Jangan Fomo, Secukupnya Saja

Jangan Fomo, Secukupnya Saja

“Ujang, Si Investor Akhir Zaman (Jangan FOMO, Bro!)”

Pagi itu, di warung kopi langganan, Ujang memandangi layar HP-nya dengan mata yang hampir berair — bukan karena sedih, tapi karena terlalu bahagia.

“Wah! Coin AyamJago naik 500%! Kalau aku masuk sekarang, pasti jadi sultan sebelum Ramadan!” katanya sambil menepuk meja.

Pak Dullah, tetangga tua yang bijak tapi sering jadi korban curhatan warga, nyeletuk pelan,

“Lho, Jang, bukannya kemarin kamu baru rugi di Coin SapiMetal?”

Ujang menatap kosong sejenak, lalu cepat menepis,

“Itu kan beda, Pak! Sekarang lagi hype! Katanya, yang nggak ikut tuh ketinggalan zaman! Masa iya aku mau kalah sama bocil kripto?”

Pak Dullah menghela napas.

“Ujang… itu namanya FOMO — Fear of Missing Out. Kalau semua orang lompat ke sumur, kamu ikut juga?”

Ujang garuk kepala, “Tapi ini peluang emas, Pak!”

Pak Dullah tersenyum miring.

“Justru emas itu yang peluang beneran, bukan ayam terbang. Allah udah bilang:

‘Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.’ (QS. Al-A‘raf: 31).”

Seminggu Kemudian...

Warung kopi sepi.

Ujang datang dengan wajah ditekuk seperti dompet kosong.

“Pak Dullah… Coin AyamJago terbang beneran, tapi ke alam gaib. Developer-nya kabur.”

Pak Dullah menyeruput kopi, “Makanya, jangan serakah. Rasulullah ﷺ bersabda:

‘Bukan kekayaan karena banyaknya harta, tapi kekayaan adalah kaya hati.’ (HR. Tirmidzi).

Orang yang rakus nggak akan tenang — sekalipun saldo naik, hatinya tetap gelisah.”

Ujang menunduk, “Saya terlalu pengin cepat kaya, Pak.”

Pak Dullah menepuk bahunya,

“Belajar dari sini, Jang: investasi itu bukan lomba lari, tapi perjalanan panjang. Kalau niatnya cuma mau cepat kaya, nanti malah cepat miskin.”

Beberapa Bulan Kemudian...

Kini Ujang berubah total. Ia belajar investasi emas syariah di ShariaCoin.

“Sekarang saya nggak FOMO lagi, Pak. Saya invest secukupnya, dan paham risikonya. Pelan-pelan tapi tenang,” katanya bangga.

Pak Dullah tersenyum, “Alhamdulillah. Nah, itu baru investor wasathiyyah — pertengahan, nggak tamak, nggak malas.”

Ujang menambahkan,

“Sekarang kalau harga emas turun, saya bukan panik… tapi top up! Karena saya yakin, yang penting halal, sabar, dan istiqamah.”

Pak Dullah tertawa,

“Bagus! Dulu kamu kebanyakan coin, sekarang udah lebih coool-in.” 😎☕️

💡 Pesan Moral dari Ujang

“Jangan FOMO, jangan serakah, invest secukupnya.”

Islam mengajarkan:

✅ Hati-hati dan seimbang dalam urusan harta.

🚫 Hindari isrāf (berlebihan) dan tabdzīr (membuang harta sia-sia).

💛 Nikmati proses, bukan nafsu cepat kaya.

Karena, seperti kata Pak Dullah:

“Yang naik cepat biasanya jatuh duluan. Yang sabar, InsyaAllah naiknya stabil — kayak emas.” 🪙✨

Diawasi, Terdaftar, dan Tersertifikasi

BAPPEBTI - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Terdaftar BAPPEBTI
ICDX - Indonesia Commodity and Derivatives Exchange Member ICDX
ISO 27001:2022 Certified ISO 27001:2022
Terdaftar PSE Kominfo Terdaftar PSE
Butuh bantuan?