Tidak berlebihan tentunya menyebut emas sebagai salah satu bentuk investasi yang telah dipercaya masyarakat Indonesia, dan dunia, sejak dulu hingga kini. Dari zaman orang tua kita dan generasi-generasi sebelumnya, sampai detik ini, emas tetap dipandang sebagai benda berharga.
Indonesia sendiri, selain memiliki perdagangan emas dalam negeri yang semarak dan memiliki platform emas digital seperti ShariaCoin, ternyata juga dipandang sebagai salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia.
Di antara 16 negara dengan status serupa, Indonesia boleh bangga karena menempati posisi 6, menurut data U.S. Geological Survey. Cadangan emas yang dikandung oleh bumi Nusantara berkisar sebanyak 2.600 ton, setara dengan 91.712.301 troy ons. Kalau dikonversi ke dalam nilai uang, berdasar perhitungan CNBC Indonesia Research Team yang dilansir CNBC Indonesia, cadangan emas tersebut bernilai sekitar US$ 218.160.636.004 atau Rp 3.544.019.531.880.920 (kurs: Rp16.245/US$).
Sementara dari sisi produksi emas, negara kita berada di posisi 8 dengan produksi sebesar 110 MT pada 2023. Salah satu dari beberapa pusat operasi emas besar di dunia terdapat di Indonesia. Sebut saja Distrik Pertambangan Grasberg di Mimika, Papua Tengah, yang dikelola oleh perusahaan patungan antara Freeport-McMoRan dan perusahaan milik negara (BUMN) Indonesia Asahan Aluminium.
Di posisi puncak, Australia bertengger sebagai negara dengan cadangan emas terbesar di dunia, yakni sebesar 12.000 ton. Negeri Kanguru memegang peran penting dalam pasokan emas global, dan emas menyumbang AU$24 miliar bagi perekonomian dalam negerinya pada periode 2022/2023.
Rusia, yang menyandang predikat sebagai runner-up, tercatat memiliki cadangan emas mencapai 11.100 ton. Hanya saja, meski cadangan dan produksi terbilang tinggi, emas Rusia tengah kesulitan merambah pasar global akibat efek invasi negara tersebut ke Ukraina, yang telah berlangsung sejak Februari 2022. Karena itu Russia berusaha mencari pasa alternatif, terutama di negara-negara BRICS (Brasil, India, Cina, South Africa, selain Rusia sendiri) serta beberapa negara Asia lainnya.
Peringkat ketiga berada di benua Afrika, yakni Afrika Selatan. Negara ini diperkirakan memiliki sepersepuluh dari cadangan emas dunia, alias 5.000 ton. Sumber dayanya yang populer berada di Cekungan Witwatersrand, kota Johannesburg.
Tepat di atas Indonesia, pada posisi 4 dan 5 adalah Amerika Serikat dan Cina yang sama-sama menyimpan sekira 3.000 ton cadangan emas. Untuk Cina, bank sentral Tiongkok bahkan merupakan pembeli terbesar logam mulia negaranya. Sebagaimana kita tahu, tingginya permintaan emas dari bank sentral turut mengatrol nilai emas, yang akan menguntungkan bagi masyarakat investor emas.