Kisah Si Kumis Emas dan Impian ke Tanah Suci

Kisah Si Kumis Emas dan Impian ke Tanah Suci

Kisah Si Kumis Emas dan Impian ke Tanah Suci


Jakarta 4/5/2025. Di sebuah gang sempit di sudut Jakarta Selatan, tinggallah seorang pria paruh baya berkumis tebal bernama Pak Jono. Kumisnya yang melintang gagah itu sudah menjadi ciri khasnya, bahkan tetangga menjulukinya "Si Kumis Emas" bukan karena ia kaya raya, melainkan karena ia selalu bermimpi punya emas banyak. Impian terbesarnya? Pergi haji bersama istrinya, Bu Siti, dan berkurban setiap Iduladha.

Sayangnya, pekerjaan Pak Jono sebagai penjual kerak telor keliling tak selalu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang fantastis. Jangankan untuk menabung haji yang biayanya selangit, untuk makan sehari-hari saja kadang pas-pasan. Bu Siti, seorang ibu rumah tangga yang setia, tak pernah lelah menyemangati suaminya. Mereka selalu ingat firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 97:

\text{وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ}

"Dan bagi Allah, atas manusia adalah kewajiban haji ke Baitullah, yaitu bagi siapa yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam."

"Kita harus berusaha sekuat tenaga, Bang," ujar Bu Siti suatu malam, "Semoga Allah memberikan jalan bagi kita untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima ini."

Suatu sore, saat Pak Jono sedang menghitung recehan hasil jualan, seorang anak muda berpakaian rapi menghampirinya. "Permisi, Pak. Saya dari ShariaCoin. Kami punya program menabung emas digital yang bisa membantu Bapak mewujudkan impian haji dan kurban."

Pak Jono mengerutkan kening, curiga. "Menabung emas digital? Ah, mana mungkin orang seperti saya bisa punya emas? Jangankan emas batangan, emas imitasi saja belum kebeli."

Anak muda itu tersenyum ramah. "Justru itu, Pak! Di ShariaCoin, Bapak bisa menabung emas mulai dari Rp10.000 saja. Setiap Bapak menyisihkan uang, kami akan konversikan menjadi gram emas secara digital. Aman, transparan, dan likuid."

Bu Siti yang sedari tadi mengintip dari balik pintu tertarik. "Benar begitu, Nak?"

Setelah dijelaskan panjang lebar tentang kemudahan dan keunggulan menabung emas di ShariaCoin, hati Pak Jono dan Bu Siti mulai terbuka. Mereka sepakat untuk mencoba. Selain impian haji, mereka juga memiliki keinginan untuk berkurban setiap tahunnya, meneladani sunah Nabi Ibrahim Alaihissalam. Mereka ingat firman Allah dalam surat Al-Kautsar ayat 2:

\text{فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ}

"Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."

Setiap hari, setelah berjualan, Pak Jono menyisihkan sebagian kecil penghasilannya untuk membeli sedikit demi sedikit gram emas di aplikasi ShariaCoin. Awalnya terasa berat, apalagi godaan untuk membeli gorengan atau kopi lebih sering menghampiri. Namun, impian melihat Ka'bah di depan mata dan menyembelih hewan kurban di hari raya Iduladha menjadi motivasi yang kuat.

Hari demi hari, minggu demi minggu, tanpa terasa tabungan emas Pak Jono dan Bu Siti terus bertambah. Mereka terkejut melihat angka gram emas yang terus naik di layar ponsel mereka. Sesekali, mereka tertawa geli mengingat dulu Pak Jono hanya bisa bermimpi memiliki kumis emas, kini ia benar-benar memiliki "emas" meskipun dalam bentuk digital.

Namun, namanya juga hidup, cobaan selalu datang. Suatu ketika, gerobak kerak telor Pak Jono rusak parah tertabrak motor. Modal untuk memperbaikinya tidak sedikit. Pak Jono hampir saja menyerah dan ingin menjual sebagian emasnya. Bu Siti dengan bijak menenangkannya. "Sabar, Bang. Allah pasti kasih jalan. Kita sudah sejauh ini menabung, sayang kalau dihentikan." Mereka yakin bahwa Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya.

Ternyata, Allah memang tidak tidur. Seorang pelanggan setia Pak Jono yang mendengar musibah itu, tergerak hatinya dan memberikan pinjaman tanpa bunga. Pak Jono bisa memperbaiki gerobaknya dan kembali berjualan. Semangatnya kembali membara, begitu juga dengan semangatnya menabung emas di ShariaCoin.

Beberapa tahun berlalu, tanpa terasa impian Pak Jono dan Bu Siti semakin dekat. Tabungan emas mereka sudah mencukupi untuk biaya haji dan membeli seekor sapi untuk kurban. Air mata haru membasahi pipi mereka saat melihat saldo emas di aplikasi ShariaCoin. "Alhamdulillah ya Allah," ucap mereka hampir bersamaan. Mereka bersyukur atas kemudahan yang diberikan Allah, sesuai dengan janji-Nya bagi hamba yang berusaha.

Akhirnya, di tahun yang penuh berkah, Pak Jono dan Bu Siti bisa berangkat ke Tanah Suci. Mereka menjalankan ibadah haji dengan khusyuk, tak henti-hentinya bersyukur atas kemudahan yang diberikan Allah melalui perantara ShariaCoin. Di hari raya Iduladha, mereka juga bisa berkurban seekor sapi yang gemuk, berbagi kebahagiaan dengan tetangga dan kaum dhuafa, meneladani sunah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Pak Jono, si "Kumis Emas" kini benar-benar memiliki emas yang berharga, bukan hanya di angan-angan, tetapi juga dalam bentuk tabungan yang mengantarkannya ke Baitullah dan membuatnya bisa berbagi kebahagiaan melalui kurban. Ia selalu berpesan kepada tetangga dan teman-temannya, "Jangan pernah meremehkan impian, sekecil apapun langkahnya, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan cara yang benar, pasti akan membuahkan hasil."


Diawasi, Terdaftar, dan Tersertifikasi

BAPPEBTI - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Terdaftar BAPPEBTI
ICDX - Indonesia Commodity and Derivatives Exchange Member ICDX
ISO 27001:2022 Certified ISO 27001:2022
Terdaftar PSE Kominfo Terdaftar PSE
Butuh bantuan?