Dika selalu boros setiap kali gajian. Setiap bulan, uangnya habis hanya untuk belanja online dan nongkrong. Hingga suatu malam, ia melihat iklan aplikasi ShariaCoin:
"Menabung emas semudah checkout belanjaan! Klik, klik, beres!"
Penasaran, ia mengunduh aplikasi itu dan mulai menabung. Dalam hitungan detik, ia sudah punya 0,5 gram emas di saldo digitalnya. "Gampang banget! Kayak beli barang di e-commerce," gumamnya senang.
Tapi kegembiraannya tak bertahan lama. Beberapa hari kemudian, saat ia sedang nongkrong di kafe, ponselnya dicuri! Ia panik. Semua akunnya tersimpan di sana, termasuk ShariaCoin.
Dika segera meminjam ponsel temannya dan mencoba login, tapi gagal. Akunnya sudah dikunci! Ia segera menghubungi customer service ShariaCoin, tapi betapa terkejutnya ia saat mendengar kabar buruk: saldonya sudah ditarik habis!
"Gila! Duit gue ilang semua!" teriaknya.
Tak ingin menyerah, Dika melacak transaksi terakhir dari emailnya. Ia melihat bahwa emasnya dipindahkan ke akun lain hanya beberapa menit setelah ponselnya hilang. "Ini pasti kerjaan scammer!" pikirnya.
Dengan bantuan temannya yang seorang programmer, mereka mencari cara untuk melacak pelaku. Mereka menemukan pola transaksi mencurigakan yang mengarah ke akun tertentu—sebuah akun yang ternyata sering digunakan untuk mencuri emas digital dari korban lain!
Dika segera melaporkan ini ke ShariaCoin. Dengan bukti yang kuat, tim keamanan perusahaan akhirnya membekukan akun pelaku dan mengembalikan saldo emas Dika.
Beberapa hari kemudian, Dika sudah memegang ponsel barunya—kali ini dengan sistem keamanan yang lebih ketat. "Pelajaran besar," gumamnya. "Nabung emas gampang, tapi ngejaga akun lebih penting!"
Sejak saat itu, ia bukan hanya lebih disiplin dalam menabung emas, tapi juga lebih waspada dalam menjaga keamanannya.