Pada suatu pagi yang cerah di Desa Sukamakmur, Pak RT tiba-tiba berlari-lari kecil ke balai desa dengan selembar kertas di tangannya, wajahnya penuh semangat seperti baru saja menang undian minyak goreng satu dus.
“Warga! Warga! Kita dapet Inpres baru! Dari Presiden Prabowo langsung!” teriaknya sambil ngos-ngosan.
Warga yang sedang ngopi di warung Bu Siti langsung merapat.
“Inpres apaan, Pak RT?” tanya Mang Udin, sambil mengangkat alis lebih tinggi dari harga cabe.
“Pembentukan Kopdes! Koperasi Desa Merah Putih! Kita bakal punya kantor koperasi sendiri, sembako murah, klinik, apotek, gudang, dan yang paling keren… bisa nyimpen dan minjem uang berbasis emas!”
Semua mendadak hening.
“Emas, Pak RT? Yang bisa digosok-gosok dan nyala itu?” tanya Teh Imas, dengan mata berbinar seperti mau dilamar ulang.
“Iya! Tapi tenang, sekarang nggak usah bawa emas batangan ke koperasi. Kita kerja sama sama ShariaCoin, katanya mereka siap bersinergi. Tabungan emas bisa langsung dari HP! Nggak ribet, nggak perlu nimbang-nimbang,” jelas Pak RT, dengan gaya seperti influencer TikTok.
Mang Udin yang dulu sempat nabung di celengan ayam langsung berdiri, “Berarti saya bisa nyimpen emas digital, terus kalau butuh pinjem buat modal usaha jualan cilok, bisa pake emas itu juga?”
“Bisa, Mang! Simpannya pakai emas, pinjamnya pun jaminannya emas. Syar’i, aman, dan cocok buat desa kita yang katanya penghasil kerajinan logam mulia itu,” ujar Pak RT sambil membuka aplikasi ShariaCoin di ponselnya.
Warga langsung ramai-ramai download aplikasi. Bahkan Bu Siti pun kasih diskon kopi bagi siapa pun yang tunjukin bukti registrasi ShariaCoin.
Tak lama kemudian, koperasi pertama di Desa Sukamakmur pun berdiri. Ada tulisan besar di depannya: "Kopdes Merah Putih x ShariaCoin – Nabung Emas, Hidup Berkelas!"
Dan dari hari itu, Desa Sukamakmur bukan cuma makmur di nama, tapi juga makin makmur secara finansial. Berkat koperasi dan emas digital, warganya makin hemat, makin kreatif, dan tentu saja… makin hits.