Mengapa ShariaCoin Memilih ANTAM dan Lotus Archi sebagai Pilar Emas dan Perak Digital

Mengapa ShariaCoin Memilih ANTAM dan Lotus Archi sebagai Pilar Emas dan Perak Digital

Dalam membangun ekosistem emas dan perak digital yang aman, likuid, dan berkelanjutan, ShariaCoin sejak awal memahami bahwa tantangan utama bukan semata-mata teknologi, melainkan pengelolaan aset riil dan kepercayaan jangka panjang. Oleh karena itu, ShariaCoin secara sadar memilih untuk berkolaborasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) yang telah teruji, yaitu ANTAM dan Lotus Archi.

Keputusan ini bukan sekadar preferensi merek, melainkan strategi mitigasi risiko yang telah dijalankan secara konsisten sejak 2019.

Kolaborasi dengan Stakeholder Eksisting dan Prinsip Sharing Risk

Industri logam mulia menyimpan risiko yang sering kali tidak terlihat oleh end user, terutama pada aspek likuiditas buyback dan tata kelola. Banyak kasus di mana penyedia emas bermerek sendiri menghadapi kesulitan ketika nasabah ingin menjual kembali emasnya, khususnya saat harga melonjak. Keterbatasan likuiditas, jaringan penyerapan yang sempit, serta pengelolaan internal yang kurang disiplin menjadi penyebab utama.

ShariaCoin memilih pendekatan berbeda. Dengan menggandeng ANTAM dan Lotus Archi—dua entitas yang telah lama berinteraksi dengan regulator, pasar ritel, dan segmen B2B—risiko tidak ditumpuk pada satu pihak. Model sharing risk diterapkan agar risiko operasional, pasokan, dan reputasi dikelola bersama oleh pihak-pihak yang memang memiliki kapasitas dan pengalaman.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam keuangan syariah: inovasi diperbolehkan, namun amanah pengelolaan aset umat harus diutamakan.

Pengalaman Teruji dalam Mengelola Emas untuk Ritel dan B2B

ANTAM telah lama menjadi standar emas nasional yang diterima luas oleh masyarakat dan institusi. Sementara itu, Lotus Archi memiliki rekam jejak kuat dalam pengolahan, pencetakan, dan distribusi logam mulia untuk kebutuhan ritel maupun korporasi. Kombinasi ini memberi ShariaCoin fondasi yang kokoh dalam memastikan kualitas, kontinuitas pasokan, dan fleksibilitas produk.

Hal terpenting, emas dari kedua mitra tersebut memiliki ekosistem buyback yang jelas, transparan, dan mengikuti harga pasar. Bagi ShariaCoin, emas harus tetap menjadi aset likuid—bukan sekadar logam yang disimpan, tetapi dapat diuangkan secara adil kapan pun dibutuhkan.

Belajar dari Risiko Emas Bermerek Sendiri

Secara prinsip, masyarakat bebas memilih bentuk emas apa pun—baik dinar, dirham, logam mulia batangan, maupun produk lainnya. Namun pengalaman industri menunjukkan bahwa bentuk emas saja tidak cukup. Pertanyaan krusialnya adalah: siapa yang menjamin buyback, seberapa kuat likuiditasnya, dan bagaimana tata kelolanya.

Tanpa sistem yang matang, emas justru berisiko menjadi aset yang sulit dicairkan. Inilah alasan ShariaCoin tidak gegabah memusatkan seluruh rantai nilai pada merek sendiri, melainkan menempatkan kolaborasi dan kehati-hatian sebagai fondasi utama.

Emas Denominasi Kecil: Inovasi Inklusif Bersama Lotus Archi

Meski demikian, ShariaCoin tetap menghadirkan inovasi. Untuk memperluas inklusi keuangan, ShariaCoin mengembangkan emas denominasi kecil di bawah 0,5 gram melalui kerja sama langsung dengan Lotus Archi. Dengan kapabilitas teknis yang dimiliki mitra tersebut, emas pecahan kecil dapat diproduksi dengan presisi tinggi, kualitas terjaga, dan tetap berada dalam ekosistem likuid yang sehat.

Langkah ini memungkinkan masyarakat mulai memiliki aset emas secara bertahap, tanpa harus mengorbankan aspek keamanan, legalitas, dan syariah.

Perak sebagai Pelengkap Aset Riil

Selain emas, ShariaCoin juga menggandeng Lotus Archi dalam pengelolaan perak. Perak diposisikan sebagai alternatif aset riil yang lebih terjangkau, namun tetap dikelola dengan standar yang sama ketatnya. Kolaborasi ini memperluas pilihan masyarakat dalam membangun portofolio logam mulia yang berimbang.

Bukti Nyata Sejak 2019: Manfaat bagi Nasabah Lama

Keputusan strategis ini telah diuji waktu. Sejak 2019, ShariaCoin telah melewati berbagai siklus harga emas—termasuk periode volatilitas dan lonjakan signifikan. Nasabah yang bergabung sejak awal merasakan dampak langsung dari pemilihan mitra yang tepat: hingga hari ini, mereka tetap memperoleh harga buyback terbaik yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Di saat sebagian penyedia mengalami kendala likuiditas atau buyback yang tidak kompetitif, emas berbasis ANTAM dan Lotus Archi tetap memiliki daya serap pasar yang kuat. Ini menjadi bukti bahwa kehati-hatian di awal justru memberikan perlindungan nyata di kemudian hari.

Penutup

Bagi ShariaCoin, emas dan perak bukan sekadar produk, melainkan amanah. Kolaborasi dengan ANTAM dan Lotus Archi, penerapan sharing risk, serta konsistensi sejak 2019 menunjukkan bahwa inovasi digital dapat berjalan seiring dengan disiplin tata kelola aset riil. Dengan pendekatan ini, ShariaCoin berupaya memastikan bahwa setiap gram emas dan perak yang dimiliki nasabah benar-benar bernilai, likuid, dan dapat diandalkan lintas waktu.

Diawasi, Terdaftar, dan Tersertifikasi

BAPPEBTI - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Terdaftar BAPPEBTI
ICDX - Indonesia Commodity and Derivatives Exchange Member ICDX
ISO 27001:2022 Certified ISO 27001:2022
Terdaftar PSE Kominfo Terdaftar PSE
Butuh bantuan?