Ketegangan di Timur Tengah kian mengalami eskalasi, nih, setelah belum lama ini tersiar kabar tewasnya Ismail Haniyeh di Teheran, Iran (31/07/2024). Kematian Kepala Biro Politik Hamas ini, seperti dilansir New York Times, disebabkan oleh sebuah alat peledak yang diselundupkan ke wisma tamu tempatnya menginap. Bom yang diledakkan dari jarak jauh tersebut disembunyikan sejak sekitar dua bulan sebelumnya. Keterangan resmi dari Iran dan Hamas menyatakan bahwa Israel bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Setelah kabar tewasnya petinggi Hamas, beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan sebagai imbasnya, termasuk emas. Menurut data Refinitiv, sekitar pukul 12:30 WIB emas terpantau menguat 0,55% ke posisi US$ 2.421,64 per troy ons dari perdagangan hari sebelumnya, yang bahkan ditutup melesat 1,04% di US$ 2.383,54 per troy ons. Harga emas global pun kembali ke level psikologis US$ 2.400.
Penguatan harga emas juga diperkirakan akan terus berlanjut, mengingat situasi geopolitik di Timur Tengah yang bertambah pelik dengan melebarnya pihak yang terlibat konflik Palestina-Israel. Akibat bom selundupan yang meledak di negaranya, Iran telah menegaskan akan melakukan pembalasan terhadap Israel. Keputusan Iran kemudian diikuti oleh kelompok Hizbullah dari Lebanon.
Bahkan sebelum insiden terhangat ini terjadi, Pengamat Pasar Lukman Leong sudah mengatakan bahwa sampai akhir tahun harga emas bisa menembus Rp1,5 juta per gram. "Emas diperkirakan akan menembus Rp1,5 juta tahun ini. Namun, bisa lebih cepat apabila situasi di Timur Tengah kembali memanas," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Sebagaimana diketahui, emas merupakan aset safe haven (aset aman) yang dapat digunakan untuk melindungi nilai ketika kondisi global dilanda ketidakpastian hingga level yang cukup tinggi. Kepercayaan masyarakat dunia kepada emas telah melewati ujian waktu yang panjang. Dari zaman dulu hingga sekarang emas tetap dipandang sebagai benda berharga, bukan?
Di tengah situasi Timur Tengah yang terus memanas, sangat masuk akal emas kemudian diburu oleh masyarakat dunia sehingga harganya makin naik. Karena itu, sangat masuk akal pula jika kita segera memiliki emas. Apalagi kini kita bisa memulainya sedikit demi sedikit, dengan memanfaatkan fasilitas tabungan emas di mobile app ShariaCoin.