(Jakarta, 09/12/2024) Pertumbuhan harga emas diproyeksi bakal cenderung moderat trennya pada awal tahun depan, karena tertekan oleh kebijakan Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. Kebijakan tarif Trump, yang berpotensi memicu inflasi dan suku bunga yang tinggi, dikhawatirkan akan memberi tekanan kepada harga emas dalam jangka pendek.
Menurut Cahya Yuriswadi, GM Bisnis dan Keuangan ShariaCoin, “Umumnya investor akan cenderung mengamati dan menunggu dulu, wait and see, terhadap langkah-langkah Trump setelah resmi menjabat sebagai presiden, sehingga pergerakan harga emas ikut cenderung melambat.”
Namun di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih akan terus mendukung instrumen safe haven seperti emas, terutama faktor eskalasi perang di Ukraina.
“DI antara situasi seperti itu, tidak masalah untuk berinvestasi emas, sebab emas cocok untuk investasi jangka panjang,” sambung Cahya. “Meski harga emas mengalami tekanan, tapi sifatnya sementara, dan berpotensi kembali melanjutkan tren positifnya.”
Di samping eskalasi perang di Ukraina, sejumlah sentimen lain diperkirakan akan turut menguatkan optimisme terhadap harga emas. Seperti diungkapkan Cahya, antara lain stimulus ekonomi Cina dan dinamika konflik di Timur Tengah.
Bahkan salah satu perusahaan penambang multi-mineral di Indonesia, Bumi Resources Minerals, percaya diri terhadap harga emas di 2025 dan menggenjot produksinya. Kepada CNBC Indonesia, Herwin Hidayat selaku Direktur & Chief Investor Relations PT Bumi Resources Minerals Tbk menyebut bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menggenjot produksi, utamanya pabrik yang sudah selesai melakukan eksplorasi.
Jadi, tetap tanamkan mindset bahwa investasi emas adalah untuk jangka panjang. Dan kalau ingin lebih praktis dalam berinvestasi emas, manfaatkan aplikasi ShariaCoin yang menghadirkan investasi emas berbasis teknologi digital. Urusan investasi emas jadi mudah dan tidak buang-buang waktu serta tenaga, tinggal klik.
Platform ShariaCoin pun aman sekaligus terpercaya karena berizin dan diawasi oleh Bappebti dan OJK. Emasnya disimpan di lembaga resmi Indonesia Clearing House (ICH) dan diawasi oleh Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).