Serial Cerpen Emas Digital 5 : Hikmah Puasa dan Celengan Emas di ShariaCoin

Serial Cerpen Emas Digital 5 : Hikmah Puasa dan Celengan Emas di ShariaCoin

Ramadhan tahun ini terasa berbeda bagi Fadli. Bukan hanya karena perutnya yang harus menahan lapar dari subuh sampai maghrib, tetapi juga karena keinginannya untuk mulai menabung emas di ShariaCoin. Sebuah tekad besar bagi seorang pria yang biasanya lebih jago menabung mie instan di lemari dapur daripada uang di rekening.


Di hari pertama puasa, Fadli mendadak mendapat wahyu dalam bentuk notifikasi SMS dari ibunya: "Nak, kapan kirim THR buat ibu?"


Fadli langsung panik. THR? Padahal saldo di dompet digitalnya lebih kering dari padang pasir di siang bolong.


"Harus hemat!" seru Fadli dalam hati.


Hari-hari berikutnya, misi penghematan pun dimulai. Biasanya, setiap berbuka Fadli tak pernah absen dari menu mewah: es buah, martabak, sate, sampai ayam geprek level 10 yang bisa membakar lidah. Tapi kali ini, ia memilih jalan sufi. Berbukanya cukup dengan air putih dan sepotong kurma. Kawan-kawannya pun mulai curiga.


"Fad, lo lagi diet apa gimana? Biasanya lo paling kalap kalau buka puasa," tanya Rudi sambil menjejalkan tahu goreng ke mulutnya.


"Bukan diet, Rud. Ini namanya manajemen keuangan," jawab Fadli dengan khidmat.


Namun, cobaan datang di minggu kedua Ramadhan. Sepulang tarawih, Fadli melewati deretan pedagang kaki lima yang menggoda iman. Aroma kebab, ayam goreng crispy, dan kopi susu menggelitik hidungnya.


"Astaghfirullah... cobaan macam apa ini?" gumamnya sambil menelan ludah.


Tangannya hampir saja merogoh dompet ketika tiba-tiba dia teringat sesuatu: saldo emasnya di ShariaCoin!


Ia buru-buru membuka aplikasinya dan melihat progres tabungannya. Sudah terkumpul beberapa gram emas dari hasil menahan jajan selama dua minggu. Sebuah prestasi besar bagi Fadli yang biasanya lebih boros dari keran bocor.


"Demi tabungan emas, aku harus kuat!" tekadnya bulat.


Saat malam takbiran tiba, Fadli pun tersenyum puas. Bukan hanya karena ia berhasil menjalani puasa dengan baik, tetapi juga karena saldo emasnya di ShariaCoin cukup untuk membelikan ibunya sepotong perhiasan kecil. Sesuatu yang selama ini hanya jadi wacana belaka.


Ketika ia memberikan hadiah itu pada ibunya, sang ibu pun terharu.


"Nak, ini pertama kalinya kamu ngasih sesuatu yang nggak bisa dimakan. Biasanya cuma gorengan atau bakso," canda ibunya.


Fadli hanya nyengir.


"Itulah hikmah puasa, Bu. Nggak cuma menahan lapar, tapi juga menahan jajan biar bisa menabung emas!" jawabnya bangga.


Dan sejak saat itu, Fadli pun semakin rajin menabung emas, karena ia tahu bahwa menahan diri dari jajan berlebihan ternyata bisa membawa kebahagiaan yang lebih besar. Apalagi kalau emasnya naik harga!


Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:


"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, karena apa yang telah mereka kerjakan." (QS. At-Tur: 17-19)


Serta hadis Rasulullah SAW:


"Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)


Dengan kesabaran dan pengelolaan keuangan yang baik, Fadli akhirnya memahami bahwa menahan diri dari sesuatu yang berlebihan bisa membawa keberkahan yang lebih besar di masa depan.

Diawasi, Terdaftar, dan Tersertifikasi

BAPPEBTI - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Terdaftar BAPPEBTI
ICDX - Indonesia Commodity and Derivatives Exchange Member ICDX
ISO 27001:2022 Certified ISO 27001:2022
Terdaftar PSE Kominfo Terdaftar PSE
Butuh bantuan?