Di sebuah kampung yang damai, hiduplah Ustaz Salam, seorang ustaz yang rajin mengajarkan agama, tapi kalau soal keuangan... yah, bisa dibilang masih tradisional. Baginya, nabung itu ya simpan duit di celengan ayam atau di bawah kasur.
Suatu hari, muridnya yang paling melek teknologi, Jono, datang dengan semangat membara. "Ustaz, kenapa nggak coba nabung emas di ShariaCoin? Udah syariah, aman, dan mudah!"
Ustaz Salam mengernyit. "Syariah? Aman? Kok bisa? Bukannya emas itu mesti dipegang biar sah?"
Jono nyengir. "Nah, itu dulu, Ustaz. Sekarang ada sistem Tabungan Emas Syariah! Bisa mulai dari 0,01 gram. Transaksinya sesuai akad syariah, tanpa riba, tanpa gharar, dan emasnya beneran ada!"
Ustaz Salam masih ragu. "Buktinya apa?"
Jono mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi ShariaCoin. "Tuh, lihat! Gue udah nabung emas dari goceng-goceng receh. Kalau udah banyak, bisa dicetak jadi emas fisik. Syariah banget, kan?"
Ustaz Salam mengelus janggutnya. "Hmm… Menarik. Jadi uang yang gue simpen dikonversi jadi emas, nggak berkurang karena inflasi, dan kalau mau dicetak tinggal bayar biaya cetak?"
Jono mengangguk. "Betul, Ustaz! Nggak kayak uang kertas yang nilainya bisa turun. Lagian, kalau taruh di bawah kasur, bisa kemakan tikus!"
Ustaz Salam teringat uangnya yang pernah hilang gara-gara rayap. Wajahnya berubah serius. "Baiklah, Jono! Daftarkan aku! Aku akan jadi santri emas!"
Beberapa bulan kemudian, Ustaz Salam sudah punya tabungan emas yang cukup buat dicetak. Dengan bangga, ia tunjukkan kepingan emasnya ke Jono.
"Alhamdulillah, Jono! Tabungan emas ini memang berkah! Sekarang aku nggak takut inflasi!"
Jono tersenyum. "Mantap, Ustaz! Jadi sekarang nggak ada alasan lagi buat nyimpen duit di bawah kasur, ya?"
Ustaz Salam tertawa. "Iya, iya… Tapi sekarang aku punya masalah baru."
Jono mengernyit. "Masalah apa, Ustaz?"
Ustaz Salam mendesah. "Istri aku udah lihat emasnya. Sekarang dia nanya, ‘Kapan beliin gelang buat aku?’"
Jono ngakak. "Itu sih bukan masalah syariah, Ustaz… itu masalah rumah tangga!"
Dan mereka pun tertawa bersama, sementara di dalam hati Ustaz Salam mulai berpikir untuk menabung emas lebih banyak… demi masa depan dan demi ketenangan rumah tangga!