Jakarta, 1 Agustus 2026. Ada satu kabar yang cukup menarik perhatian pelaku pasar emas dunia. Menurut analisis BMO Capital Markets, China diperkirakan hanya membutuhkan sekitar 5 tahun lagi untuk menyamai cadangan emas resmi Amerika Serikat jika laju pembelian emas oleh Bank Sentral China (PBoC) tetap seperti saat ini. Bahkan, jika menghitung seluruh kepemilikan emas nasional (bank sentral, investasi, dan masyarakat), China diperkirakan bisa melampaui Amerika lebih cepat.
📊 Fakta Menarik
🔸 30.000 ton emas
BMO memperkirakan total emas yang dimiliki China (bank sentral, investasi, perhiasan, dan sektor swasta) telah mencapai sekitar 30.000 ton, atau sekitar 13% dari seluruh stok emas di atas permukaan bumi.
🔸 5.200 ton emas milik Bank Sentral China
Meski angka resmi yang dipublikasikan lebih rendah, analis memperkirakan PBoC sebenarnya telah menyimpan sekitar 5.200 ton emas sebagai cadangan devisa.
🔸 Target mengejar Amerika Serikat
Amerika Serikat saat ini masih menjadi negara dengan cadangan emas resmi terbesar di dunia, yakni sekitar 8.133 ton. Untuk menyamainya, China diperkirakan masih perlu menambah sekitar 2.500–3.000 ton emas, yang dinilai dapat dicapai dalam 2–5 tahun.
🔸 Menguasai sepertiga permintaan emas dunia
Saat ini China diperkirakan menyumbang sekitar 1/3 permintaan emas fisik global, sehingga pengaruhnya terhadap harga emas dunia semakin besar.
💡 Mengapa Ini Penting?
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, banyak bank sentral memilih meningkatkan cadangan emas sebagai aset strategis. Permintaan besar dari China menjadi salah satu faktor yang membantu harga emas tetap bertahan di level tinggi, meskipun pasar sempat mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir.
BMO juga menilai China sedang membangun infrastruktur perdagangan emas melalui Hong Kong agar memiliki peran yang lebih besar dalam penentuan harga emas dunia di masa depan.
✨ Pelajaran untuk Sahabat ShariaCoin
Ketika negara-negara besar terus menambah cadangan emas sebagai bagian dari strategi keuangan nasional, hal ini menunjukkan bahwa emas masih dipandang sebagai aset pelindung nilai (safe haven) yang penting.
Bagi investor ritel, tidak harus membeli dalam jumlah besar. Menabung emas secara bertahap dan konsisten dapat menjadi salah satu cara menjaga nilai kekayaan dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi dalam jangka panjang.
Sumber: Kitco News – China's gold stockpile could surpass U.S. holdings in the next five years – BMO Capital Markets (27 Juli 2026).