Prospek Perak Masih Beragam, Namun Peluang Jangka Panjang Tetap Menarik

02 Aug 2026
Prospek Perak Masih Beragam, Namun Peluang Jangka Panjang Tetap Menarik


Jakarta, 3 Agustus 2026. Sahabat ShariaCoin,Menurut laporan riset terbaru Sucden Financial, harga perak diperkirakan masih akan bergerak dalam kisaran tertentu hingga akhir September 2026. Berbeda dengan emas, perak tidak hanya dipengaruhi oleh minat investasi, tetapi juga oleh permintaan dari sektor industri. Sucden memperkirakan harga perak berada di rentang US$56–66 per troy ounce hingga akhir September. Dengan asumsi kurs Rp16.500 per US$, kisaran tersebut setara dengan:

  1. US$56/oz ≈ Rp924.000 per troy ounce atau sekitar Rp29.700 per gram
  2. US$66/oz ≈ Rp1.089.000 per troy ounce atau sekitar Rp35.000 per gram

Mengapa Perak Masih Bergerak Terbatas?

Analis Sucden menilai perlambatan aktivitas manufaktur global menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan harga perak dalam jangka pendek. Hal ini karena hampir separuh permintaan perak berasal dari kebutuhan industri, seperti:

  1. Panel surya
  2. Kendaraan listrik (EV)
  3. Komponen elektronik
  4. Peralatan medis

Jika aktivitas industri melambat, permintaan terhadap perak juga cenderung ikut melemah. Namun di sisi lain, penurunan harga menuju kisaran pertengahan US$50-an per troy ounce diperkirakan akan menarik kembali minat beli investor yang melihat perak sebagai aset bernilai.

Prospek Jangka Panjang Tetap Positif

Meski pergerakan jangka pendek diperkirakan masih fluktuatif, Sucden tetap melihat prospek jangka panjang perak cukup menjanjikan.

Beberapa faktor pendukungnya antara lain:

✅ Permintaan fisik yang tetap kuat.

✅ Minat investor terhadap logam mulia sebagai diversifikasi portofolio.

✅ Tren transisi energi dan perkembangan teknologi yang terus meningkatkan kebutuhan perak di berbagai sektor industri.

Kesimpulan

Perak diperkirakan masih akan bergerak volatil dalam beberapa bulan ke depan tanpa tren yang benar-benar kuat. Namun bagi investor jangka panjang, fase konsolidasi seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk mengakumulasi kepemilikan secara bertahap sambil menunggu membaiknya kondisi ekonomi global dan meningkatnya permintaan industri.

Sumber: Kitco News – Laporan Riset Triwulan Sucden Financial (3 Agustus 2026).