Bogor — Lonjakan kasus emas palsu di berbagai daerah membuat masyarakat semakin membutuhkan keterampilan dasar dalam mengenali kualitas logam mulia. Menjawab kebutuhan tersebut, ShariaCoin bersama Gadai Syariah Indonesia dan LPK Forpina menggelar Pelatihan Teknik Dasar Menaksir Emas pada 15–16 November 2025. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan wawasan teknis, tetapi juga dorongan bagi peningkatan literasi finansial masyarakat, khususnya di bidang logam mulia.
Ketika Pengetahuan Dasar Menjadi Benteng Keuangan
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus peredaran emas lapis hingga imitasi berkualitas tinggi terus meningkat. Banyak masyarakat yang mengalami kerugian karena tidak mampu menilai kadar, keaslian, atau nilai jual emas yang mereka beli. Padahal, emas kini menjadi salah satu instrumen investasi paling populer di Indonesia. Antara minat yang tinggi dan pemahaman yang rendah, terdapat jurang yang berpotensi merugikan banyak orang.
“Literasi emas itu bagian dari literasi finansial. Ketika masyarakat tahu cara menilai emas, mereka tidak mudah tertipu dan dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat,” kata Legiyo Hery Susanto, Ketua LPK Forpina sekaligus Master Trainer BNSP yang memimpin sesi praktik. Kondisi inilah yang mendorong ShariaCoin untuk menghadirkan pelatihan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga edukatif dan preventif.
Pelatihan dua hari ini diikuti sekitar 15 peserta dari Jabodetabek, Brebes, hingga Pekalongan, dengan dua format:
Hari Pertama – Sesi Online: Fondasi Teori Menaksir Emas
Dipandu oleh Agus Mustofa, praktisi gadai emas berpengalaman lebih dari 20 tahun, sesi daring membahas:
- karakteristik dasar emas,
- standar kadar dan karat,
- prinsip penilaian emas,
- serta kesalahan umum yang sering dilakukan pembeli pemula.
Materi disampaikan dengan cara komunikatif sehingga mudah dipahami peserta dari berbagai latar belakang.
Hari Kedua – Sesi Offline di Bogor: Praktik Langsung & Studi Kasus
Sesi praktik di Salak Boutique Hotel, Bogor, menjadi bagian paling menarik. Peserta belajar langsung:
- cara menimbang dan membaca berat emas,
- membedakan ciri fisik emas asli dan palsu,
- memahami standar kadar,
- serta menggunakan alat uji sederhana.
Diskusi berlangsung interaktif. Salah satu peserta, Aby dari Pekalongan, mengaku pelatihan ini membuka wawasan yang sebelumnya sama sekali tidak ia ketahui. “Ternyata menilai emas itu ada ilmunya. Saya baru paham kenapa banyak orang bisa tertipu,” ujarnya.
Literasi Emas: Fondasi Keamanan Finansial
Lebih dari sekadar mengenal emas, pelatihan ini menekankan bahwa pengetahuan adalah perlindungan. Di era ketika masyarakat semakin aktif membeli emas secara online maupun offline, kemampuan dasar menaksir emas berperan sebagai benteng dalam menjaga aset.
ShariaCoin menegaskan bahwa pelatihan ini bukan program komersial, tetapi bagian dari komitmen memberikan akses edukasi finansial yang merata.
“Ketika masyarakat paham cara membaca kadar atau menilai keaslian emas, keputusan keuangan mereka menjadi lebih matang. Ini bukan hanya soal investasi, tapi soal menjaga nilai,” ujar Legiyo.
Komitmen Literasi Finansial: ShariaCoin Buka Program untuk Publik
Melihat tingginya antusiasme, ShariaCoin membuka kesempatan bagi:
- komunitas,
- perusahaan,
- lembaga pendidikan,
- hingga pelaku UMKM perhiasan
untuk mengadakan pelatihan serupa di daerah masing-masing. Pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik secara online maupun offline, dan dipandu instruktur bersertifikat.
Program ini diharapkan menjadi langkah kecil tetapi signifikan dalam memperluas literasi finansial masyarakat Indonesia, terutama dalam memahami instrumen emas yang selama ini dianggap sederhana, padahal memiliki aspek teknis yang penting untuk diketahui.
Informasi & Pendaftaran Pelatihan
📩 Kontak: 0857-8094-3331
ShariaCoin — Edukasi, Literasi, dan Keamanan Finansial Berbasis Emas