Transaksi Emas Digital ShariaCoin Maret 2026 Turun di Tengah Ramadan dan Geopolitik, Pengguna Justru Melonjak 23,71%

08 Apr 2026
Transaksi Emas Digital ShariaCoin Maret 2026 Turun di Tengah Ramadan dan Geopolitik, Pengguna Justru Melonjak 23,71%

Jakarta (1/4/2026). Platform emas digital berbasis syariah ShariaCoin kembali mencatat perkembangan ekosistem yang adaptif sepanjang Maret 2026. Kinerja ini mencerminkan keseimbangan antara aktivitas transaksi emas digital dan pertumbuhan signifikan pada basis pengguna aktif, di tengah dinamika musiman domestik serta tekanan geopolitik global.

Sepanjang Maret 2026, total transaksi emas digital yang tercatat di dalam platform mencapai 1.605 gram, atau setara dengan sekitar 1,6 kilogram emas. Volume ini menunjukkan adanya penyesuaian lanjutan dari bulan sebelumnya, seiring fase stabilisasi pasar setelah periode awal tahun yang cenderung lebih aktif.

Jika dibandingkan dengan Februari 2026 yang mencatat transaksi sebesar 2.004,68 gram, maka secara month-to-month (MoM) terjadi penurunan volume transaksi sekitar 19,94%. Penurunan ini tidak terlepas dari faktor musiman, khususnya periode Ramadan hingga Idul Fitri, di mana sebagian masyarakat cenderung mengalihkan likuiditas ke kebutuhan konsumsi dan pengeluaran hari raya.

Secara historis, momentum Ramadan dan Lebaran memang mendorong peningkatan permintaan emas secara umum, namun dalam konteks digital, pola transaksi dapat mengalami penyesuaian karena perubahan prioritas pengeluaran jangka pendek.

Di sisi lain, dinamika global juga turut memengaruhi perilaku pasar. Sepanjang Maret 2026, eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan Iran memberikan tekanan terhadap pasar komoditas, khususnya melalui lonjakan harga energi dan penguatan dolar AS. Kondisi ini menciptakan volatilitas pada harga emas, yang dalam beberapa fase justru bergerak tidak linear terhadap ekspektasi pasar.

Dengan demikian, kombinasi antara faktor domestik (Ramadan–Lebaran) dan global (ketegangan geopolitik Iran) menjadi latar belakang utama penyesuaian volume transaksi emas digital pada periode ini.

Meskipun volume transaksi mengalami penyesuaian, dari sisi adopsi pengguna justru menunjukkan akselerasi yang kuat. Jumlah pengguna aktif ShariaCoin mencapai 18.303 user pada Maret 2026, meningkat signifikan dibandingkan 14.795 user pada Februari 2026.

Dengan demikian, terjadi penambahan sebanyak 3.508 pengguna aktif, atau tumbuh sekitar 23,71% secara bulanan. Pertumbuhan ini mengindikasikan bahwa meskipun aktivitas transaksi bersifat siklikal, minat masyarakat terhadap emas digital sebagai instrumen lindung nilai tetap berada dalam tren meningkat.

Dari sisi operasional, platform mencatat pembayaran biaya kustodi emas (termasuk PPN) sebesar Rp 19.012.000 selama Maret 2026. Biaya ini mencakup layanan penyimpanan emas fisik di vault, pengamanan aset, pencatatan kepemilikan emas digital, serta integrasi sistem kustodian dengan platform transaksi.

Jika dibandingkan dengan Februari 2026 yang mencatat biaya kustodi sebesar Rp 20.391.712, maka terjadi penurunan sekitar 6,77% secara MoM, yang mencerminkan efisiensi operasional serta penyesuaian terhadap volume transaksi.

Keberadaan sistem kustodi tetap menjadi pilar utama dalam ekosistem emas digital ShariaCoin. Setiap transaksi pengguna didukung oleh underlying emas fisik yang tersimpan dan diawasi secara sistematis, memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan aset.

Dalam konteks yang lebih luas, emas tetap mempertahankan perannya sebagai aset lindung nilai (hedging), khususnya di tengah ketidakpastian global. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara emas, energi, dan kebijakan moneter global menjadi semakin kompleks, terutama dalam situasi konflik geopolitik.

Memasuki kuartal kedua 2026, ShariaCoin menargetkan penguatan pada tiga aspek utama:



  • peningkatan aktivitas transaksi pasca Lebaran,
  • optimalisasi biaya kustodi dan efisiensi operasional,
  • serta penguatan infrastruktur kustodi dan kepatuhan syariah.

Kinerja Maret 2026 menunjukkan bahwa ekosistem emas digital syariah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal platform, tetapi juga oleh dinamika musiman domestik dan perkembangan geopolitik global.

Dengan pertumbuhan pengguna yang tetap kuat serta fondasi kustodi yang terjaga, ShariaCoin terus memperkuat posisinya sebagai platform yang mendorong inklusi keuangan berbasis aset riil di era digital.




Sumber:

  • Data internal ShariaCoin (Maret 2026)
  • Analisis tren pasar emas dan faktor musiman Ramadan–Lebaran
  • Ringkasan dinamika geopolitik global dan dampaknya terhadap komoditas (Maret 2026)


ShariaCoin — Real Value. Real Assets. Built on Trust.





----------------------

About ShariaCoin

ShariaCoin adalah platform emas digital syariah yang:



  • Terdaftar di Bappebti
  • Emas disimpan di ICH–ICDX
  • Diawasi Dewan Pengawas Syariah

Produk inti: Gold & Silver Savings · Gold Deposit · Gold Pawn · Sharia Digital Transactions